Saturday, November 13, 2010

Phuket - Day 2 : Patong and Phuket FantaSea

Hari kedua di Phuket.

Semalam, waktu kita makan di Subway, di ujung jalan Sawatdirak Rd., kita sudah memesan trip ke James Bond island, untuk pagi ini, di sebuah stand tour yang terletak persis di sebelah Subway. Rencananya, kita akan dijemput di guesthouse jam 10 - 10.30 am. Ada banyak pilihan tour ke James Bond island dengan harga dan kualitas yang berbeda pula. Makin mahal harga tour nya, makin bagus kualitasnya, itu kata Mary -anak pemilik guesthouse kita yang juga mengelola kantor travel di guesthouse yang kita tempati. Setelah pilih - pilih beberapa brosur, akhirnya kita memilih salah satu tour yang ada kegiatan canoeing nya. Harga per orangnya adalah B 900.

Jadi pagi ini, kita bangun sekitar jam 7 am, mandi - mandi dan mempersiapkan barang - barang yang akan kita bawa untuk keperluan tour, seperti kamera, baju ganti, topi, dll. Setelah semua beres, kita menuju ke bawah untuk sarapan pagi. Karena di guesthouse kita ga disediakan sarapan, semalam kita beli mie instan di 7-eleven. Kita tinggal seduh dengan air panas yang disediakan gratis untuk kita di bawah. Ada mie rasa tom yum, ada mie rasa babi panggang dan hubby malah dapat mie yang dalamnya ada daging babi dan jamur benerannya -bukan cuma perasa / bumbu saja. Mmm...enak banget! Harga mie nya sekitar B 20 - 30, ga terlalu mahal, lah...karena porsi mie nya juga cukup banyak.

Ini mie yang dimakan hubby seharga B 30 : tampak luar


Ini nih tampak dalamnya, ada pork nya dan jamur

Setelah sarapan selesai, kita duduk - duduk, ngobrol dan ngopi sambil menunggu waktu penjemputan. Sekitar jam 10 am, staff di kantor guesthouse memanggil aku, katanya ada telpon dari agen tour. Ternyata setelah aku bicara langsung di telpon, trip ke James Bond island hari itu dibatalkan karena cuaca di sana ga bagus. Uuhh..sempat kecewa juga, sih karena sudah siap - siap tapi kita berterima kasih juga sama dia untuk pemberitahuannya dan bagus juga, lah mereka ga memaksakan diri untuk tetap jalankan tour nya hari itu. Dia juga bilang, mungkin besok atau lusa, cuaca sudah membaik dan kita bisa berangkat ke James Bond island. Tapi kalau masih mau pikir - pikir, kita bisa ambil kembali uang kita di tempat travel agent di mana kita booked tour nya.

Setelah aku kasih kabar mengenai pembatalan trip nya ke yang lain, kita memutuskan untuk jalan - jalan saja di sekitar Patong sekalian ambil duit refund. Sebelumnya, karena trip hari ini batal, kita pesan tiket untuk Phuket FantaSea malam ini melalui travel agent guesthouse. Untuk antar jemput, show dan makan malamnya, masing - masing harus membayar B 1750, ga bisa ditawar lagi. Ya sudahlah...aku dengar kalau pertunjukan  di Phuket FantaSea bagus banget dan makan malamnya adalah buffet all you can eat. Jadi, oke...we booked it, the show and the dinner!

Kalau tadi pas kita siap - siap, cuaca cerah agak mendung sedikit, sekarang sudah mulai hujan. Untung hubby dan aku sudah mempersiapkan jas hujan dari rumah. Jadi kita jalan - jalan dengan memakai jas hujan. Pagi itu jalanan masih sepi, dari kemarin juga ga terlihat terlalu banyak turis lalu lalang di jalanan, apalagi pantai. Mungkin karena hujan atau memang high season belum benar - benar dimulai.

Sesampainya di travel agent, penjaganya minta maaf karena pembatalan trip nya dan dia menawarkan untuk mengganti trip nya untuk besok atau lusa karena menurut orang - orang di Phuket, cuaca buruk / hujan akan berakhir hari ini. Tapi karena kita masih belum yakin, kita bilang kalau kita minta refund saja. Kembali dia minta maaf karena uang yang kita bayar ke dia masih ada di boss nya. Katanya, kita bisa balik ke dia malam ini untuk refund atau besok pagi, saat itu uangnya pasti sudah siap. Kita pun maklum akan hal ini, karena memang pembatalan trip yang mendadak. Kita janji sama dia untuk ambil refund nya besok pagi karena malam ini kita sudah ada acara untuk ke FantaSea.

Seharian itu kita menyusuri jalan Rat-U-Thit sampai ke Jungceylon mall. Di sana kita window shopping dan makan siang di food court nya. Setelah itu, kita kembali ke hotel melewati pantai. Main - main sebentar di pantai, sedikit foto - foto, dengan kondisi cuaca gerimis dan cukup dingin.







Sesampainya di hotel, kita mandi - mandi karena hari sudah cukup sore dan tidur - tiduran sebentar sebelum turun kembali ke bawah untuk menunggu minivan yang akan menjemput kita.


Phuket FantaSea
Ga lama menunggu di bawah, minivan pun datang. Kita menyerahkan voucher / bukti pembayaran tiket ke sopirnya dan masuklah kita ke van. Minivan nya luas, bersih dan dingin. Ternyata kita orang pertama yang dijemput jadi kita bebas mau duduk di mana saja dan pastinya kita bertiga duduk di deretan depan.

Kita mampir ke beberapa hotel untuk menjemput beberapa orang lagi yang semobil sama kita, mayoritas bule. Ada satu orang yang ditunggu agak lama ga datang juga, jadi ditinggal deh sama sopirnya. Dia bilang kalau dia sudah ga bisa tungguin lagi karena sudah lewat 10 menit orangnya ga kelihatan batang hidungnya di lobby. Wuiihh...jam karet ga berlaku di Phuket!

Ga berapa lama, setelah melewati jalan yang berkelok - kelok, sampailah kita di FantaSea. Begitu kita turun dari mobil, hujan pun turun. Sesuai instruksi dari sopir, aku langsung antri untuk menukarkan voucher / bukti pembayaran dengan tiket masuk ke FantaSea. Antrian berjalan dengan tertib dan diorganisir dengan sangat baik sehingga meskipun antrian panjang, aku ga butuh waktu lama untuk mendapatkan tiketnya. Setelah urusan tiket selesai, kita memanfaatkan waktu sebelum waktu dinner untuk foto - foto di sekitar lokasi. Ini nih beberapa foto - fotonya :



Burungnya beneran, gambar belakangnya bohongan

Harimau beneran juga



Kolam ikan koi, bisa beli makanan ikan seharga B 100
Ada banyak stand yang menjual berbagai macam souvenir di sana. Dan banyak sekali tempat menarik untuk foto - foto, tapi kita ga bisa terlalu lama di sana, karena kita masih ada dinner sebelum pertunjukan dimulai. Begitu masuk ke restorannya, yang katanya bisa menampung sampai 4000 orang, kita sempat terkagum - kagum dengan interiornya. Semuanya terlihat begitu mewah dan makanannya...wuiihhh...melimpah! Mulai dari salad, bakmi, segala macam daging, dan kue - kue juga teh dan kopi yang semuanya all-you-can-eat. Di sana kita menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Ada banyak makanan lain yang masih pengen aku coba tapi apa daya, perut sudah ga muat lagi :))

Golden Kinnaree buffet  resto


Salah satu patung di dalam restonya



Untuk menonton shownya, kita harus mulai masuk ke tempat pertunjukannya sekitar 20 menit sebelum shownya dimulai. Untuk yang membawa kamera / video, harus menitipkannya di tempat penitipan yang sekali lagi, benar - benar diorganisir dengan baik. Gedung pertunjukannya sangat megah dan bersih. Dan aku benar - benar menikmati pertunjukannya. Ini memang salah satu show / event yang ga boleh dilewatkan kalau kita mengunjungi Phuket. Nonton deh, ga bakalan nyesel!

Palace of the Elephants : tempat pertunjukannya

Selesai show, kita langsung menuju ke bagian pengambilan kamera. Sekali lagi aku kagum karena dengan begitu banyaknya orang yang menitipkan kamera / videonya, proses pengambilan berlangsung dengan cepat. Begitu kita keluar dari gedung pertunjukannya, hujan menyambut kita. Sambil kehujanan, kita menuju ke tempat di mana kita bisa menemukan sopir dan minivan yang akan membawa kita kembali ke hotel.

Seperti waktu dijemput, waktu pulangnya kita juga yang pertama kali diantar. Mungkin posisi guesthouse kita cukup strategis, ya :) Malam itu, kita sudah ga ke mana - mana lagi. Habis mandi, ngobrol - ngobrol sebentar di kamar dan akhirnya tidur. Hari ini benar - benar luar biasa! Beautiful beach, great dinner, fabulous show...oh, how I love Phuket!


















       

Thursday, November 11, 2010

Obat Penunda Haid

Setelah memesan tiket pesawat untuk ke Phuket, aku baru sadar kalau di tengah - tengah trip nanti, aku bakal dapat haid. Dan itu bikin aku sempat panik karena kalau sampai aku haid di sana, aku akan kehilangan beberapa kali kesempatan untuk berenang / snorkelling / watersports yang lain. Belum lagi, biasanya haid aku cukup banyak, jadi rasanya ga nyaman aja mesti sibuk cari - cari toilet untuk ganti pembalut sepanjang perjalanan nanti.

Akhirnya aku cari - cari di google untuk obat yang bisa menunda haid. Ketemulah Primolut N! Katanya obat ini gampang didapat di apotek dan ga usah pakai resep dokter segala. Setelah membaca banyak artikel tentang obat itu di google dan juga tentang efek sampingnya, satu hari sebelum berangkat ke Phuket, aku beli Primolut N di salah satu apotek yang terletak di dalam sebuah mall. Awalnya aku sedikit pesimis bakal dapat obatnya di sana, segampang itu. Ternyata, Primolut N memang dijual di sana. Sayangnya, staff penjualnya ga tahu jelas cara penggunaannya. Tapi karena waktunya juga sudah mepet, ga sempat ke apotek lain lagi, aku beli juga obatnya di sana dan sekali lagi, konfirmasi di google untuk cara pemakaiannya.




Menurut beberapa artikel di google, aku harus mulai makan Primolut nya 3 hari sebelum waktu haid datang dan terus sampai trip aku selesai. Dosis sehari adalah 3 kali minum, masing - masing 1 pil. Ada yang menyebutkan bahwa obat ini untuk efektif, harus diminum di jam - jam yang sama tiap harinya. Misalnya, hari ini minum jam 9 am, 3 pm dan 9 pm, besoknya juga harus tepat jam segitu. Aku coba dengan cara itu, cuma bertahan dua hari. Hari - hari selanjutnya ada selisih waktu setengah sampai satu jam. Maklumlah, lagi liburan...susah untuk melihat jam terus - terusan. 




Ternyata, obatnya berfungsi dengan baik :) meskipun aku minumnya di jam yang ga sama. Aku minum itu sampai hari terakhir trip aku, dan setelah berhenti minum obatnya selama 2 hari, haid ku kembali datang. Sejauh ini, aku ga merasakan sedikit pun efek sampingnya. Tapi kondisi tubuh tiap orang memang berbeda. Sebelum minum obat ini, lebih baik memang berkonsultasi dengan dokter dan mengerti dengan baik kontra indikasinya dan efek samping yang mungkin timbul. Karena takutnya, kalau obat ini ga sesuai dengan kondisi tubuh kita, takutnya malah bisa berakibat fatal.

So, stay healthy and have a nice day ^-^








Wednesday, November 10, 2010

Phuket - Day 1 : Welcome to Phuket!

Setelah menunggu kurang lebih 1,5 bulan, akhirnya tanggal 1 November 2010, jadi juga aku berangkat ke Phuket. Seperti biasa, thanks to Air Asia yang menyediakan tiket murah / promo Jakarta - Phuket. Aku berangkat ke Phuket bareng hubby dan satu orang teman. Perjalanan dimulai jam 9 pagi, naik taxi ke Airport Soetta. Kita dapat penerbangan jam 11.20 tapi kita sengaja datang lebih pagi untuk mengantisipasi kemungkinan macet, antrian yang panjang di counter, dll. Untungnya semua berjalan lancar dan setengah jam sebelum pesawat take off, kita sudah diharuskan masuk ke ruang tunggu. Ga lama menunggu di sana, ada panggilan untuk boarding. And so, pesawat kita pun take off dengan on time, tanpa delay sedikit pun.

Perjalanan udara dari Jakarta - Phuket memakan waktu sekitar 3 jam. Untungnya aku sudah siap dengan Ipod dan Nintendo DS jadi ga terlalu bosen deh di pesawat :) . Jam 14.10, pesawat pun mendarat di bandara Phuket (HKT) dan hujan gerimis menyambut kita. November adalah musim peralihan di Phuket, dari musim hujan ke kemarau dan low season ke high season untuk turis dan sebelum berangkat, aku sudah survey di google untuk perkiraan cuaca di Phuket selama awal November. Anyway, setelah proses imigrasi selesai, kita langsung menuju tempat pengambilan bagasi. Sebelumnya, ga lupa kita ambil peta Phuket dan sim card gratis dari salah satu provider di Thailand. Sim card dibagikan gratis untuk siapa saja yang mau, tapi untuk bisa menggunakannya, kita harus top up kartunya dulu di beberapa toko yang menjual pulsa.

Sim card gratis (bisa buat BB juga) di stand kuning sebelah kanan

tempat pengambilan bagasi di bandara Phuket



Begitu Sim card gratis sudah didapat, bagasi sudah di tangan, keluarlah kita dari bandara Phuket - bandaranya ternyata kecil dan mirip dengan bandara Yogya -. Sebelum mencari transportasi ke Patong (kita akan tinggal di sana selama seminggu penuh), kita memutuskan untuk makan siang dulu karena perut sudah mulai kelaparan. Pengennya sih cari junk food tapi yang ada di sekitar kita waktu itu cuma 2 resto yang menjual makanan Thai. Kita masuk ke salah satu resto dan memesan nasi goreng babi, ayam dan seafood untuk kita bertiga. Harga satu piringnya B 80, kecuali nasi goreng seafood, yang lebih mahal 10 baht. Ternyata enak juga loh, nasi gorengnya...ada asem-asemnya sedikit. Tapi benar - benar enak, deh!

Nasi goreng sea food

Selesai makan, kita langsung mencari transportasi untuk ke Patong. Ada beberapa pilihan transportasi. Pertama dengan minivan, muat untuk 10 - 12 orang dan harga per orangnya sampai ke Patong adalah B 150. Tapi kita harus menunggu sampai minivan penuh baru bisa berangkat. Pilihan kedua adalah taxi meter (pakai argo), di sebelah kanan pintu keluar airport (taxinya warna merah kuning dan ada tulisan taxi meter di stand nya) dan pilihan ketiga adalah taxi yang sudah ditentukan harganya yang bisa dipesan di stand - stand di dalam atau di luar airport. Rate ke Patong untuk satu taxi adalah B 650. Karena kita pengen segera sampai di Patong, kita memutuskan untuk mengambil pilihan ketiga. 

Perjalanan dari airport ke Patong memakan waktu sekitar 45 menit - 1 jam. Setelah separuh perjalanan, si sopir menurunkan kita di salah satu travel agent yang terletak di sebelah toko yang menjual t-shirts, celana, rok dan kain sarung. Dengar - dengar sih memang sopir taxi / minivan selalu berhenti di travel agent seperti itu saat membawa penumpang dari airport ke Patong / Phuket town / tempat - tempat lain. Staff travel agent nya cukup ramah, bahasa inggrisnya juga bagus...dan dia menawari kita trip - trip one day tour ke beberapa pulau : James Bond island, Phi - Phi island, dll dengan harga lebih murah 50% dari brosur yang diperlihatkan. Tapi karena kita capek, belum sempat mikir apa - apa, dan masih banyak travel agent lain di Patong, terpaksa kita menolak semua tawaran dia. Aku cuma minta kartu namanya, siapa tahu nantinya kita akan ambil paket tour dari dia. Sebelum pergi dari sana, dia sempat mengingatkan kita untuk mencari tour yang travel agent nya punya license dan ada menyediakan asuransi untuk peserta tour nya. Good advice!

Seperti ini, nih travel agent nya
Dari sana, taxi pun meluncur kembali ke Patong. Dan gerimis masih saja turun... Di perjalanan, kita takjub melihat kabel - kabel listrik yang berantakan banget. Apa ga bahaya, ya?!

Kabel listrik yang berantakan. Ternyata ini masih mendingan, loh...ada lagi yang lebih berantakan!

Ga berapa lama kemudian, sampailah kita di Som Guesthouse, penginapan kita selama di Patong. Meskipun label nya guesthouse, ternyata namanya sudah cukup dikenal. Kita tinggal menyebutkan namanya ke sopir taxi / petugas jaga stand taxi nya dan voila..., sampailah kita di sana tanpa nyasar. Begitu kita keluar dari taxi, Mr. Cha - pemilik guesthouse - langsung menyambut kita dengan ramahnya. Pada saat mengurus pembayaran untuk menginap seminggu di sana, kita juga diharuskan memberikan deposit B 1000 untuk kunci kamar. Saat kita check out nantinya, deposit akan dikembalikan - dengan catatan, kuncinya ga hilang, ya ;p -. setelah semua beres, Mr. Cha langsung mengantar kita ke kamar kita di lantai 3. Sampai di sana, Mr. Cha menjelaskan cara memakai safe deposit, menyerahkan remote TV, AC dan DVD player, dan ga lupa mengingatkan kita bahwa handuk akan diganti tiap hari sekitar jam 12 siang. Great! Ini nih foto - foto kamarnya :

Kamar mandinya bersih banget!



Kulkasnya cukup besar, tiap hari dapat 3 botol air minum untuk kita bertiga


Ranjangnya bersih, AC dingin dan khusus kamar ini ada balkonnya

Tinggal di guesthouse yang ini memang cukup enak. Ga ada breakfast, memang... tapi teh, kopi dan air minum bisa ambil atau bikin sendiri, di lantai 1, seharian dan gratis! Pemilik guesthouse nya juga ramah banget dan sangat membantu. TOP deh, pokoknya!

Setelah kita beristirahat sebentar di kamar, kita jalan menuju pantai. Meskipun di luar masih gerimis, tapi ga menyurutkan niat kita untuk jalan - jalan. Ga lupa kita membeli pulsa untuk sim card gratis yang tadi kita dapat. Aku pilih voucher senilai B 50 di salah satu toko 7-eleven yang bertebaran sepanjang jalan. Kemudian  kita melewati sebuah Food Court yang menjual macam - macam seafood, beragam hotel di sekitar pantai dan Patong Road yang cukup sepi. Mungkin karena hujan, pantai pun terlihat sepi. Kita meneruskan perjalanan ke Sawatdirak Road dan berhenti di ujung jalan karena hubby pengen makan Subway. Untuk makan berdua (hubby dan temannya) kita harus membayar sekitar B 200. Aku ga ikut makan karena belum begitu lapar dan pengen cari makanan khas Thai.

So, setelah makan selesai, kita jalan kembali melalui Bangla Road, jalan yang happening banget di Patong. Tapi karena saat itu belum cukup malam, Bangla masih terlihat sepi. Di perjalanan kembali ke hotel, kita melihat ada penjual banana pancake ala india. Jualannya sih pakai gerobak gitu, tapi kelihatannya enak. Jadilah kita beli 1 piring honey banana pancake seharga B 40. Sambil makan banana pancake -enak banget!- sambil duduk - duduk di pantai. Meskipun malam hari, ada saja orang yang datang ke pantai. Mungkin karena adanya penerangan sepanjang pantai.

Patong beach malam hari

Puas makan, foto - foto dan main di sekitar pantai, kita pun balik ke guesthouse. Di perjalanan, aku sempat membeli sayap ayam panggang seharga B 20 yang enak banget yang akhirnya jadi makanan langganan selama kita di Phuket.

Grilled chicken wing



Foto di depan kios penjual makanan bakar - bakaran. Langganan tetap nehhh..
Hujan gerimis di luar, kamar yang makin dingin karena AC, perut yang kenyang membawa kita makin lelap tidur. Goodnight, Patong...see you again tomorrow :)
















Tuesday, October 19, 2010

Singapore - March 2010

Gara - gara kemarin adik aku datang ke apartemen dan sibuk browsing di internet cari - cari tiket murah ke Singapore. Dia pengen jalan ke Singapore pas weekend -berangkat Sabtu, pulang Minggu. Rencananya dia mau ke Universal Studio dan Singapore Flyer. Tapi setelah browsing di web nya torism Singapore, dia jadi bingung karena ternyata banyak banget tempat - tempat wisata baru di sana yang sayang kalau ga dikunjungi. 

Jadi hari ini aku mau share sedikit pengalaman aku waktu menghabiskan weekend di Singapore bulan Maret lalu.  Kebetulan waktu itu hubby ada urusan kerjaan di sana dan karena aku ga rela ditinggal sendirian di Jakarta sementara membayangkan dia ada di Singapore, jadi ikutlah aku ke sana, meskipun cuma untuk semalam.

Kita berangkat dengan pesawat Batavia, kebetulan saat itu Batavia sedang mengadakan promo penerbangan Jakarta - Singapore karena pembukaan rute baru, hari Sabtu pagi. Ternyata, meskipun kita sampai di airport pagi - pagi sekali, di pintu masuk keberangkatannya sudah cukup banyak orang yang mengantri. Proses check - in cukup cepat, yang sempat bikin cemas -takut kalau sampai ketinggalan pesawat :), adalah proses pemeriksaan NPWP. Antrean yang cukup panjang karena di depan kita ada rombongan tour. Tapi untungnya, semua berjalan sesuai rencana. Pesawat pun ga pakai delay segala. Lancar deh pokoknya!

Enaknya kalau pakai Batavia, begitu sampai di bandara Changi, kita langsung keluar di Terminal 3. Tinggal jalan ke lantai bawah, melewati beberapa eskalator dan sampailah kita di stasiun MRT yang akan membawa kita keluar dari bandara. Sebelumnya kita ke loket penjualan tiket dan membeli tiket untuk MRT -bisa juga dipakai untuk bus- namanya ez-link card. Dengan tiket itu, kita bisa ke mana saja dan kalau saldonya habis, bisa tinggal diisi lagi atau di top - up di loket - loket penjualan tiket atau di seven eleven. Enaknya lagi, jangka waktu kartunya 5 tahun. Jadi kalau ke Singapore dalam waktu 5 tahun, kita ga usah beli kartunya lagi, tinggal isi saldonya saja.

Setelah tiket beres, kita langsung naik MRT menuju hostel kita di daerah Little India. Sebelumnya aku sudah search dulu di Google untuk cari akomodasi yang murah di Singapore. Ada beberapa pilihan : hotel, apartemen atau Hostel / penginapan backpacker. Setelah dibandingkan, ternyata hostel tetap lebih murah. Tapi meskipun menginap di hostel, tetap dong harus cari hostel yang bersih dan fasilitasnya sekomplit - komplitnya :) . Ada 2 pilihan hostel yang review nya bagus : Rucksackinn dan Footprints. Pertama, aku coba email ke Rucksackinn dulu dan ternyata sudah full booked. Jadi aku coba pilihan kedua : Footprints, yang untungnya masih ada kamar kosong untuk berdua tapi tinggal tipe yang ada jendela seharga S$80 / malam. Jadi akhirnya kita turun di stasiun MRT Little India dan dari situ sempat kesulitan mencari alamat hostelnya. Tapi ga lama kok, setelah mempelajari peta, ternyata gampang juga menemukan hostel nya. Di perjalanan ke sana, kita mampir dulu di seven eleven untuk beli minuman.

Minuman yang kita beli di Seven Eleven, rasanya seperti minuman serupa yang ada di  Indonesia, cuma ga terlalu manis


Dari Seven Eleven, kita jalan kaki sebentar dan sampailah kita di Footprints hostel. Karena belum waktunya check in, kita menitipkan tas kita ke staff lobby nya yang ramah dan  membantu banget. Di lobby, memang kita lihat banyak sekali tumpukan tas dan bule - bule yang sedang duduk - duduk di sofa sambil nonton TV. Mungkin mereka senasib dengan kita, belum bisa masuk kamar karena belum waktunya check - in. Sebagian, ada yang bersiap - siap untuk check - out. Kita sempat beristirahat sebentar di lobby tapi karena lapar, kita memutuskan untuk cari makan siang. Begitu keluar dari hostel, abrakadabra!, kita langsung melihat ada rumah makan chinese food. Tanpa pikir - pikir lagi, kita langsung mengarah ke sana. Sebenarnya di daerah sana banyak sekali rumah makan, tapi kebanyakan adalah rumah makan yang menjual masakan india -ya iyalah, secara kita ada di Little India, gitu! :D . Aku kurang suka masakan India, jadi begitu ketemu restoran chinese food di saat kelaparan, rasanya bahagia banget! Heaven...

Peta Singapore : daerah Little India








Hostel kita tampak depan





Perak Rd., jalanan di depan hostel





Lobby hostel, lengkap dengan sofa yang comfy, tv, AC





Menu makan siangku : nasi putih, bayam dan babi kecap





Menu makan siang hubby : chicken rice
Oke, perut sudah kenyang dan sepertinya sudah waktunya check - in. Kita langsung menuju ke hostel, menyelesaikan proses check - in, ambil barang titipan, dan langsung ke kamar. Begitu sampai kamar, kita langsung cari remote AC. Singapore bisa jadi panas banget siang hari, jadi begitu sampai di kamar, kena AC, melihat kamar yang bersih dan rapi, persis foto di web nya, rasanya bahagia banget!! Hehehe...rada lebay! Ini nih foto kamar kita : 

Stiker di tembok kamar : luv it!





Kasurnya : bersih dan empuk




Lemari baju, kasur tambahan (mungkin kamar ini bisa untuk bertiga) dan jendela yang menghadap ke jalanan. Aku suka motif kordennya :)

Di hostelnya, ga ada kamar yang ada kamar mandi dalam. Tapi jangan khawatir, di tiap lantai, ada kamar mandi khusus cowok dan cewek dan di dalamnya ada beberapa ruang untuk toilet dan shower area. Kamar mandinya bersih, ada air panas, ada hair dryer, kipas angin, kaca dan beberapa washtafel. Kalau capek habis jalan - jalan, enak banget mandi pakai air panasnya, secara aliran airnya cukup kencang, jadi kaya dipijit :) Priceless!

Begitu kita sudah siap untuk jalan, hujan pun turunlah dengan megahnya! Hasilnya, kita tunggu hujan reda sambil istirahat alias bobo - bobo siang. Untungnya ga lama kemudian, hujan pun reda. Masih gerimis, kita mulai weekend kita di Singapore. Karena waktu sudah sore jadi kita memutuskan untuk jalan - jalan saja di sekitar Orchard Rd. Meskipun kita bukan tipe turis yang maniak shopping, tapi setelah sekian tahun ga ke Singapore, rasanya kangen juga untuk jalan - jalan di Orchard, cuma untuk window shopping, foto - foto dan people watching.

Foto dengan slogan Singapore di Orchard




Ga melewatkan sesi foto dengan patung warna warni ini
Setelah cukup puas jalan - jalan di seputaran Orchard, aku ajak hubby jalan ke Clarke Quay. Tadinya sih untuk jalan di pinggiran sungainya saja. Apalagi kalau malam, suasana di sana benar - benar romantis :) Tapi setelah jalan beberapa lama dan melihat cukup banyak restoran, hubby pengen coba makan kepiting di salah satu restonya. Padahal kita masih kenyang, tapi mumpung sudah sampai di sana, ya sudah lah. Why not?!

Kepiting jumbo di Clarke Quay, cukup mahal tapi rasanya mantap!!


Mabok kepiting :p

Clarke Quay at night

Karena hari sudah cukup malam, perut kenyang dan kita juga sudah kecapean, akhirnya kita langsung balik ke hostel naik MRT. 

-----------------------------------------------------------------------------------

Paginya, kita sudah siap untuk jalan, waktu hujan mulai turun. Jadi kita menunggu hujan reda sambil beres - beres barang karena sore itu kita harus balik ke Jakarta. Karena takut nanti ga keburu, sebelum keluar hostel, kita sekalian check - out dan sekali lagi menitipkan barang kita di lobby. Segera setelah hujan berhenti, kita menuju Orchard Rd., tepatnya di Lucky Plaza. Di sana kita makan siang di Food Court nya dan setelah itu, aku ikut hubby untuk mengurus kerjaannya, alasan pertama kita ke Singapore. 

Karena waktunya benar - benar mepet, setelah urusan kerjaan selesai, kita langsung balik ke hostel, ambil barang dan cepat - cepat berangkat ke Changi airport. Perjalanan pulang ini, kita pake pesawat Air Asia. Dan untung, seperti waktu kita berangkat, ga ada delay sama sekali. Pesawat pun mendarat di airport Jakarta sesuai jadwal.

Dua hari memang waktu yang sangat singkat untuk mengunjungi Singapore, apalagi buat yang baru pertama kali ke sana. Jadi, begitu ada kesempatan lagi untuk ke sana, beberapa bulan setelahnya, kita stayed di sana selama seminggu. And that will be another story :)
























Monday, October 11, 2010

Sunrise

Gara - gara semalam ga bisa tidur dan melek sampai subuh, aku browsing internet dan nemuin beberapa quotes tentang sunrise di google. Di sini aku mau share saja beberapa quotes yang jadi favoritku :


The stillness of the early morning scene enables me to take in and enjoy many 
things which pass me by during the bustle of the day.  First, there are the scents, 
which seem even more generous with their offerings than they are in the evening.-  Rosemary Verey -



Angels in the early morning may be seen the
dews among.
Stooping, plucking, smiling, flying.
Do the buds to them belong? 
-   Emily Dickinson -



I welcome this new day. 
It is a gift to me, a new creation, a promise of resurrection.
Greetings to the Four Realms, the Goddesses and Gods, and the Kindred of Yore.
I salute the Sun, the Earth, the Seas, and the Sky.
I am thankful for being alive this morning. 
Thankful for the sleep that has refreshed me.
May my hands do the good work.
May my eyes see the truth.
May I speak compassionately.
May I make the world a better place this day.
Awen.



Sunrise : dalam perjalanan Jakarta - Magelang




Ujung Kulon National Park



Perjalanan ke Ujung Kulon dimulai hari Jumat sekitar jam 21.00. Sebelumnya, kita mampir ke Ciputra mall untuk jemput beberapa teman yang akan gabung dalam trip ini. Sampai di Carita, sekitar 3 jam kemudian, kita istirahat semalam di Pulosari Cottage and Resto. Karena waktu yang sudah sangat malam dan beberapa dari kita sudah ngantuk berat, jadi kita langsung menuju kamar masing - masing dan tidur. Zzz....

Paginya, kita sarapan di cottage dan selanjutnya berangkat ke Tanjung Lesung, sekitar 45 menit perjalanan dengan mobil dari Carita, di mana nantinya kita akan naik kapal yang sudah kita sewa untuk membawa kita ke Ujung Kulon. 

Siap - siap pindahin barang

Kurang lebih 3 jam, sampailah kita di Pulau Peucang. Sebenarnya sebelum ke Peucang, kita mau mampir dulu di Pulau Handeleum dan sungai Cigenter untuk main kano sambil menyusuri sungai, siapa tau bisa ketemu badak, ular, atau buaya. Tapi karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan, akhirnya kita langsung menuju Peucang. Sesampainya di sana, kita langsung terkagum - kagum dengan pemandangannya yang luar biasa. Apalagi buat teman - teman yang baru pertama kali ke sana. Mereka benar - benar terpesona oleh keindahan laut dan Pulau Peucang.


Dermaga dan kapal - kapal nelayan di Pulau Peucang



Welcome to Peucang!



Kabut di Peucang



Salah satu sudut Pulau Peucang





Sampai di Peucang, kita langsung siap - siap untuk snorkelling. Meskipun gerimis, acara snorkelling dan berenang tetap saja jalan. Yang ga bisa dan takut berenang, menghibur diri mereka sendiri di pantai : cari kerang atau duduk - duduk saja di pasir pantainya yang putih. Setelahnya, kita sibuk berebutan kamar mandi. Karena kita ambil penginapan yang tipe bangsal, di mana satu kamar bisa dipakai untuk 6 - 8 orang, maka kita ga dapat kamar mandi dalam. So much for luxury! Ada 3 - 4 kamar mandi umum di sana. Bersihnya sih cukup bersih, ya ga bisalah dibandingkan dengan hotel berbintang :) Sambil menunggu giliran mandi, kita duduk - duduk di teras depan kamar ... dan tiba - tiba lewatlah sekeluarga babi hutan...

Serunya di Peucang, selain banyak babi hutan yang berkeliaran di depan penginapan kita dengan bebasnya, ada juga beberapa biawak, rusa dan monyet.


Nongkrong di teras kamar




Salah satu kamar kita. Kamar yang satu lagi sempat bocor gara - gara hujan deras semalaman.




Snorkelling sudah, mandi sudah, tinggal makan malam. Kita langsung menuju ke kapal karena guide kita sudah menyiapkan makan malam di sana. Sebenarnya di Peucang ada restoran yang cukup besar tapi tiap kali  kita ke sana dalam perjalanan - perjalanan sebelumnya, yang ada cuma mie instan. Ternyata untuk makan, kita harus booking dulu jauh - jauh hari sebelum kita datang ke Peucang. Jadi kita cuma bisa ngopi - ngopi, minum teh dan makan mie instan di resto nya.

Ga masalah sih, karena memang kita sudah menyiapkan ransum yang cukup banyak dan cukup 'mewah' dari Jakarta. Ada yang bawa nugget, telor, puding, kue, dan minuman kaleng. Apalagi karena setelah makan malam, kita pergi mancing. Yang ga suka mancing, ya tidur - tiduran saja di kapal. Hujan lagi, kering lagi, hujan lagi...acara mancingnya tetap seru. Karena sudah kecapean dan sepertinya ikan sudah ga ada lagi yang mau makan umpan kita, baliklah kita ke Peucang untuk tidur. Akhirnya...ketemu kasur juga...

Paginya, kita berenang lagi, mandi - mandi dan siap - siap untuk kembali ke Jakarta. Sebelumnya kita mampir dulu di Pulau Cidaon untuk lihat banteng dan kadang ada juga burung merak, atau biawak. Sayangnya, sampai di Cidaon, cuma ada satu banteng yang kelihatan. Ternyata, untuk bisa melihat banteng, kita harus datang waktu sore hari menjelang sunset, karena waktu itulah mereka biasanya keluar dari hutan dan mencari makan di padang rumput yang letaknya di tengah pulau. Jadi di Cidaon kita hanya bisa foto - foto.
Dermaga di Pulau Cidaon




Tulang raksasa. Katanya sih itu tulang banteng yang mati di sana.





Padang rumput tempat berkumpulnya banteng dan binatang lainnya
Dari Cidaon, kapal langsung berangkat meneruskan perjalanan pulang dengan rute yang sama dengan waktu kita pergi. Tanjung Lesung ke Carita, di mana kita menginap semalam sebelum akhirnya pulang ke Jakarta. Meskipun dalam perjalanan kali ini banyak rencana yang gagal karena hujan dan angin yang cukup kencang, tapi kita tetap puas jalan - jalan ke Ujung Kulon. Moga - moga perjalanan berikutnya, cuaca lebih baik dari ini :)