Wednesday, November 17, 2010

Phuket - Day 4 : James Bond Island

Sesuai rencana, pagi ini kita dijemput di guesthouse jam 10 am. Ternyata kita bertiga adalah rombongan pertama yang dijemput. Seperti waktu ke Phuket FantaSea, mobil yang digunakan untuk menjemput kita adalah mobil jenis minivan yang kondisinya sangat bagus dan AC nya pun berfungsi dengan baik. Selain kita, di mobil sudah ada 2 orang lagi, yaitu sopir dan guide kita untuk hari ini.

Setelah kita, minivan berhenti di beberapa hotel lagi untuk menjemput peserta lain, yang mayoritas adalah orang Asia. Proses penjemputan memakan waktu sekitar setengah jam. Kemudian minivan langsung meluncur menuju tempat tujuan. Di perjalanan, si guide mulai dengan memperkenalkan dirinya. Namanya Happy -yang aku percaya bukan nama aslinya. Banyak orang Thailand, khususnya yang bekerja di bidang pariwisata mempunyai nama lain, seperti Lily, Shinta, Meka...untuk mempermudah orang asing menyebut dan mengingatnya, karena nama Thailand mereka agak susah dilafalkan, apalagi diingat oleh orang asing, seperti kita :) Dia juga menjelaskan agenda / itineraries kita hari ini, ke mana saja dan aktivitas apa saja yang akan kita lakukan. 

Menurut brosur yang aku dapat dari travel agent tempat aku memesan tour ini, trip yang menghabiskan B 900 / orang, mempunyai itineneraries sebagai berikut :
- 10 - 10.30 am : waktu penjemputan dari hotel ke hotel dan menuju provinsi Phang Nga
- Mengunjungi Suwankuha Temple (Monkey cave)
- Berangkat menuju Taman Nasional Phang Nga Bay dengan menggunakan long tail boat
- Mengunjungi Koh Pan-Yee (sebuah perkampungan nelayan) dan makan siang di sana
- Ke James Bond Island : lokasi pembuatan film "The Man with the Golden Gun"
- Berangkat ke Tam Talu Island untuk canoeing
- Balik ke minivan dan transfer kembali ke hotel masing - masing
- 17.30 - 18.00 : sampai di hotel

Di brosur, harga yang tertera adalah B 1800 tapi seperti di travel - travel agent lain, kita bisa menawarnya mulai dari 50% dari harga yang tertera. Dengan B 900, sudah termasuk di dalamnya :
- transfer darat dan laut
- makan siang
- guide yang friendly dan berbahasa inggris
- pendayung kano
- life jackets
- biaya masuk ke taman nasional
- full asuransi

Di perjalanan, kita melewati banyak perkebunan pohon karet, yang biasa banyak kita lihat juga di Indonesia. Dan jalanannya..wow, benar - benar mulus dan tanpa macet. Jadi ingat jalan Carita, Banten yang parah banget kondisinya...

Jalanan menuju Phang Nga (1)

Jalanan menuju Phang Nga (2)

Perjalanan dengan minivan memerlukan waktu sekitar 1 jam sebelum akhirnya kita sampai di sebuah dermaga kecil untuk mulai menaiki long tail boat / kapal kayu. Karena guide kita / Happy mengkhawatirkan kondisi cuaca, jadi tujuan pertama yang seharusnya Suwankuha Temple diganti menjadi ke Tam Talu Island untuk canoeing. Yah, ga masalah sih buat kita, yang lain juga ga ada yang protes.

Sebelum menaiki long tail boat, kita diberi waktu untuk ke toilet. Toiletnya cukup bersih dan yang lucu adalah toilet untuk cowok ...

Toilet cowok nya, hehehe...yang penting bersih, lah!
Kemudian kita disuruh memakai life jacket yang sudah disediakan. Saat mau lompat ke kapal, tiba - tiba di depan kita ada tukang foto dan..jepreett..!! Kita pun difoto, begitu juga peserta yang lain. Sepertinya sih nanti kita disuruh beli fotonya, nih...


Tam Talu Island

Di sepanjang perjalanan dengan boat, kita terpana dengan keindahan batu - batu karang (limestones) yang seolah - olah timbul begitu saja dari dalam laut. Apalagi dengan keadaan cuaca yang mendung, meskipun ga hujan, menambah suasana makin dramatis. Ga lama, kita sampai di sebuah perahu besar di tengah laut. Peserta pun diminta untuk turun dari long tail boat dan naik ke perahu besar itu. Happy minta kita untuk memasukkan dompet, hp dan kamera ke dalam plastik kecil yang dia berikan. Sedangkan tas dan isinya -yang bukan barang - barang berharga- diletakkan di sebuah meja bersama dengan tas - tas milik rombongan kita dan kemudian dibungkus dengan kain supaya ga tertukar dengan tas - tas milik rombongan tour yang lain. 

Setelah itu, kita baris berdua - dua untuk selanjutnya diminta naik ke dalam kano. Di masing - masing kano, sudah ada orang yang bertugas mengayuh kanonya nanti. Jadi total ada tiga orang di masing - masing kano. Dengan kano itu, kita menyusuri gua yang ada di sekitarnya. Sepintas pemandangan di sana mirip dengan pemandangan di Green Canyon, Pangandaran. Selama berkano, kita berhenti di beberapa tempat untuk berfoto. 

Long tail boat
Limestones yang banyak kita lihat sepanjang perjalanan

Siap - siap naik ke kano

Hubby lagi coba canoeing sendiri

Selesai canoeing, kita dikembalikan ke kapal besar tadi dan diberikan refreshment minuman dingin. Waktunya mengambil tas, dan setelah semua peserta terkumpul, kita kembali menaiki long tail boat dan melanjutkan perjalanan menuju James Bond Island.


James Bond Island

Di pulau ini kita hanya diberikan waktu sekitar 1 jam. Ada beberapa penjual souvenir di sana yang mayoritas menjual mutiara. Tapi Happy bilang kalau harga di sini mahal - mahal jadi sebaiknya jangan beli barang di sini. Kalau mau belanja, nanti saja di perkampungan nelayan atau yang dikenal juga dengan muslim village. Yah, tujuan kita ke sini juga bukan untuk belanja sih, jadi langsung aja kita foto - foto di pulaunya. 

Photo by Happy, Pengarah gaya : Happy

Koh Pan-Yee

Perut sudah berasa lapar sejak di James Bond Island dan jadi berita membahagiakan saat Happy bilang kalau  tempat yang akan dikunjungi selanjutnya adalah Koh Pan-Yee untuk makan siang. Yipeee...!!! Dan sampailah kita di Pan-Yee tidak lama kemudian. Happy meminta kita untuk langsung ke restorannya. Dia mengarahkan kita dan rombongan yang semobil dengan kita untuk menuju sebuah meja di mana sudah tersedia beberapa macam makanan di sana. Ada ayam goreng, sup seafood, cap cay, udang goreng tepung dan beberapa botol air mineral dan minuman soda. Nasi putih dibagikan dan kita pun makan dengan lahap.

Setelahnya, kita ga buang - buang waktu, langsung berjalan - jalan mengelilingi Pan-Yee. Jalanannya kecil, hanya muat untuk 2 orang, dan sepanjang jalan itu banyak dijual macam - macam souvenir : kaos dan mutiara. Katanya mutiara asli di sini cukup murah, tapi aku lagi ga mood untuk belanja jadi kita cuma jalan sampai ujung setelah itu kita balik lagi ke restoran. Kebelet kencing, aku langsung cari - cari toilet. Agak cemas juga kalau toilet di sini kotor tapi ternyata toiletnya benar - benar bersih! Sepertinya kita harus belajar dari sini, yang namanya tempat wisata, di mana pun itu di Phuket, kebersihan toiletnya benar - benar diperhatikan. Toilet di Pan-Yee ini lebih bersih daripada toilet di bandara Soetta...

Koh Pan-Yee
Rumah - rumah terapung di Pan-Yee

Salah satu dari sekian banyak keramba rajungan

Bareng hubby di dermaga

Ga berasa, Happy mengumumkan bahwa waktu di Pan-Yee sudah berakhir dan kita harus naik ke boat lagi untuk meneruskan perjalanan. Kita kembali lagi ke tempat kita pertama kali naik long tail boat, mengembalikan life jacket dan..ta daaa...!! ...menebus foto yang sempat diambil secara tiba - tiba sebelum kita memulai perjalanan tadi. Foto kita sudah diberi frame bergambar ikan dan di bawah fotonya ada stiker bertuliskan Phang Nga Thailand. Harganya B 100.

Dari sana, kita naik ke minivan lagi dan menempuh perjalanan sekitar 30 menit ke Suwankuha Temple.


Suwankuha Temple

Ternyata ini adalah sebuah kuil lengkap dengan monyet - monyet yang banyak berkeliaran di halaman depannya. Sama seperti Uluwatu hanya saja monyet di sini ga sebandel monyet - monyet di Uluwatu atau Sangeh. Di sini kita masih bisa jalan melewati mereka dengan membawa tas, kacamata dan aksesoris lain yang menempel di badan. 

Keadaan di dalam kuilnya agak gelap dan lembab. Ada patung reclining Buddha di sana dan kalau kita perhatikan, ada beberapa kelelawar penghuni gua yang menempel di langit - langitnya. Tapi anehnya, bagian bawahnya bersih dari kotoran kelelawar. Mungkin tempat itu sengaja dibersihkan tiap hari. 

The Reclining Buddha
Beberapa patung Buddha lain 

Patung seperti seorang pertapa...

Bak penampungan air yang menetes dari bebatuan di atasnya

Antri minta kacang

Sebagai orang Indonesia, monyet ga terlalu menarik perhatianku. Di Bali juga banyak, kan?! Tapi buat bule - bule dan turis Asia lainnya, dikerumuni monyet sebanyak itu bikin mereka excited. Jadi sementara mereka main - main dengan monyet, kasih mereka makan dan foto - foto, kita bertiga santai - santai saja sampai Happy meminta kita semua kembali ke minivan.

Suwankuha temple adalah tempat terakhir yang kita datangi dalam tour ini. Selanjutnya kita dibawa kembali ke hotel kita masing - masing yang perjalanannya itu sendiri memakan waktu sekitar 1,5 jam. Karena capek, aku ketiduran di dalam minivan dan bangun saat kita sudah sampai di Patong. Seperti biasa, kita bertiga yang pertama kali diturunkan. 

Keseluruhannya, kita cukup puas dengan tour hari ini. Guide ok, makanan ok, tempat - tempat yang kita kunjungi pun cantik - cantik. Dengan harga B 900 / orang atau Rp. 270.000; kita sudah mendapatkan trip yang terorganisir dengan baik. O iya, ini foto brosur untuk tour kita hari ini :

James Bond tour by Grand Vision
Telp. / fax. : 076-263-100
Email : jb_gv1@hotmail.com

Sesampainya kita di guesthouse, baru saja masuk kamar, tiba - tiba lampu mati. Ternyata listrik di area itu padam semua. Menurut pemilik guesthouse kita, biasa listrik padam seperti ini bisa sampai 20 menit - 1 jam. Mau mandi ga bisa -pemanas airnya pakai listrik-, mo diam di kamar juga pengap, jadi kita cuma meninggalkan tas di kamar dan pergi lagi menuju Jungceylon mall. Di sana, teman dan hubby mampir lagi ke toko sports kemarin untuk melihat - lihat wetsuit. Ga ada wetsuit yang cocok, kita berkeliling sebentar di mall nya sebelum akhirnya kembali ke hotel.

Di perjalanan pulang, kita makan di emperan sebuah toko. Di sana dijual mie, ayam dan babi panggang. Kita memesan 2 macam masakan babi panggang, seporsi lumpia, nasi putih dan air mineral. Ternyata masakan babinya luar biasa enak! Lumpianya sih biasa saja, cenderung berminyak. Tiap macam masakan ada sausnya masing - masing. Dan untuk semua itu, kita mengeluarkan biaya B 380. Masih termasuk murah dengan daging sebanyak itu.

Makan malam yang enak banget!
Malam itu, seperti malam - malam sebelumnya, kembali kita tidur dengan nyenyak. Dan besok kita akan mengunjungi Phi - Phi island karena tadi sebelum berangkat ke James Bond island, kita sudah memesan trip nya melalui travel agent di guesthouse kita. Another different story tomorrow...























Tuesday, November 16, 2010

Phuket - Day 3 : Wandering around Patong

"One's destination is never a place, but a new way of seeing things." - Henry Mill


Hari ini kita bangun agak siang. Semalam sengaja kita mematikan alarm karena hari ini ga ada keharusan untuk bangun pagi. Setelah mandi dan ngopi - ngopi di bawah, kita memulai hari ketiga kita di Phuket. 

Always trust locals about the weather! Perkiraan cuaca yang kita dapat dari orang lokal, lebih mantap daripada daftar perkiraan cuaca yang kita lihat di Google. Kemarin si mba yang jaga stand travel di sebelah Subway -di tempat kita memesan tour ke James Bond island- bilang kalau hari ini cuaca sudah mulai bagus. Benar saja! Dari mulai bangun pagi sampai saat kita mulai jalan ke stand tersebut untuk mengambil refund, sesuai perjanjian kemarin, cuacanya benar - benar berbeda dari kemarin dan kemarin lusa. Matahari sudah mulai kelihatan dan cuacanya ga sepanas di Jakarta. It's perfect!

Karenanya, begitu ketemu sama si mba travel, kita langsung memutuskan untuk ga jadi ambil refund nya dan mengambil tour pengganti ke James Bond untuk besok pagi. Si mba menelpon boss nya untuk menanyakan kesediaan tempat untuk kami bertiga untuk perjalanan besok, dan ternyata OK. Jadi perjalanan ke James Bond yang tertunda kemarin, bisa direalisasikan besok. Untuk foto brosur dan itinerary ke James Bond island, sekalian aku sertakan besok saja, ya :)

Sebenarnya, karena hari ini kita free, ga ada aktivitas tertentu, aku pengen ambil city tour setengah hari. Tapi ternyata hubby dan teman mau jalan - jalan di sekitar Patong saja sambil cari oleh - oleh. Ya okelah kalau begitu :) Jadi akhirnya, kita menyusuri jalan Rat-U-Thit di mana terdapat beberapa penjual souvenir, kaos murah, tas, kacamata hitam, jam, dll. di pinggir jalan. Sama seperti di Jakarta, trotoar dipakai untuk berjualan. Tapi bedanya kalau di Patong, masih ada sisa trotoar yang cukup lebar untuk dilewati 2 / 3 orang. Ga seperti semalam, siang ini ga terlalu banyak yang berjualan di sepanjang jalan. Sepertinya mereka mulai berjualan saat sore hingga malam hari.

Kita meneruskan berjalan sampai di Jungceylon mall dan langsung menuju ke basement nya, di mana banyak dijual souvenir - souvenir khas Thailand dengan harga lumayan murah dan masih bisa ditawar. Di sana, kita membeli beberapa tas khas Thailand dan pashminas untuk oleh - oleh. Setelah puas berkeliling di basement, teman dan hubby makan siang di Burger King -aku masih belum lapar, jadi cuma ikutan duduk :)

Burger King di Jungceylon mall


Kemudian kita menuju ke lantai atas di mana kita menemukan sebuah toko sports yang menjual peralatan diving. Dan...di sinilah kita menghabiskan waktu, yang menurut aku, lama banget...karena kebetulan hubby dan temannya tergila - gila diving -padahal belum punya sertifikatnya, tuh ;p .

Kaki berasa pegal saat keluar dari toko tersebut...akhirnya. Di sana ga ada tempat duduk dan selama mereka berdua menghabiskan waktu dengan melihat - lihat perlengkapan diving, aku jalan - jalan saja di sekitar situ. So finally, kita keluar dari sana dengan membawa hasil belanjaan sepatu boot diving untuk teman dan aku (hubby maksa beliin...katanya lebih aman kalau snorkelling atau berenang di laut pakai itu), masker untuk teman dan gloves untuk hubby. Saat pembayaran, kita harus mengisi formulir untuk mengurus VAT di bandara waktu kita pulang nanti. Lumayan juga kalau belanja di toko yang ada tanda / stiker VAT nya. Itu berarti kita akan dapat refund atas barang yang kita beli, kalau ga salah sekitar 7%.

Keluar dari mall, kita mampir ke beberapa toko yang menjual perlengkapan diving karena teman masih belum menemukan gloves yang pas buat dia. Ditambah lagi, teman di Jakarta yang tiba - tiba online nitip boot juga. Setelah mengunjungi beberapa toko, titipan boot sudah ok, tapi gloves masih belum didapat juga. Karena capek, kita break dulu pencarian gloves untuk hari ini dan jalanlah kita menuju pantai.

Ga seperti kemarin, hari ini banyak turis yang berjemur di pantai. Sepertinya high season sudah dimulai hari ini. Daripada menyewa kursi pantai, kita duduk saja di pasirnya, karena kita ga akan lama di sana. Benar saja, ga berapa lama, hubby kepanasan dan aku mulai berpikir enaknya makan es krim panas - panas begini. Kita langsung mencari toko yang jual es krim dan ga jauh dari situ, di seberang pantai ada satu toko es krim lebih tepatnya gelato, yang bernama Time Out. Dan ke sanalah kita menuju....

Salah satu gelato yang kita makan : rasa kiwi, vanilla dan peach
AC yang dingin, gelato yang nikmat dan pastinya dingin, membuat otak serasa meleleh. Hilang sudah perasaan panas yang tadi kita rasakan di pantai. Kita sudah mau balik ke hotel waktu kita sadar bahwa sebentar lagi waktunya sunset. Jadi kita memutuskan untuk balik ke pantai yang hanya terletak di seberang jalan dan menunggu sunset sambil foto - foto.

Tuk - tuk di Phuket

Orang - orang yang juga menunggu sunset di Patong beach

Aku dan hubby foto bareng Max, a sweet golden retriever yang lagi jalan - jalan di pantai

Menunggu sunset

Sunset yang tertutup awan

Karena hari sudah mulai gelap, kita meninggalkan pantai dan menuju guesthouse. Dalam perjalanan, kita sempat berhenti di sebuah night market yang menjual baju - baju / kaos, rok, kain pantai dll. Hanya dalam hitungan menit, aku mendapatkan satu buah dress, satu buah rok dan satu buah tank top. Fiuuhhh..benar - benar hari belanja, deh!

Jadwal kita besok adalah mengunjungi James Bond island, jadi setelah mampir beli makan malam -barbequed chicken wings langganan- kita mandi - mandi, membongkar barang belanjaan hari ini dan kemudian beristirahat.






Saturday, November 13, 2010

Phuket - Day 2 : Patong and Phuket FantaSea

Hari kedua di Phuket.

Semalam, waktu kita makan di Subway, di ujung jalan Sawatdirak Rd., kita sudah memesan trip ke James Bond island, untuk pagi ini, di sebuah stand tour yang terletak persis di sebelah Subway. Rencananya, kita akan dijemput di guesthouse jam 10 - 10.30 am. Ada banyak pilihan tour ke James Bond island dengan harga dan kualitas yang berbeda pula. Makin mahal harga tour nya, makin bagus kualitasnya, itu kata Mary -anak pemilik guesthouse kita yang juga mengelola kantor travel di guesthouse yang kita tempati. Setelah pilih - pilih beberapa brosur, akhirnya kita memilih salah satu tour yang ada kegiatan canoeing nya. Harga per orangnya adalah B 900.

Jadi pagi ini, kita bangun sekitar jam 7 am, mandi - mandi dan mempersiapkan barang - barang yang akan kita bawa untuk keperluan tour, seperti kamera, baju ganti, topi, dll. Setelah semua beres, kita menuju ke bawah untuk sarapan pagi. Karena di guesthouse kita ga disediakan sarapan, semalam kita beli mie instan di 7-eleven. Kita tinggal seduh dengan air panas yang disediakan gratis untuk kita di bawah. Ada mie rasa tom yum, ada mie rasa babi panggang dan hubby malah dapat mie yang dalamnya ada daging babi dan jamur benerannya -bukan cuma perasa / bumbu saja. Mmm...enak banget! Harga mie nya sekitar B 20 - 30, ga terlalu mahal, lah...karena porsi mie nya juga cukup banyak.

Ini mie yang dimakan hubby seharga B 30 : tampak luar


Ini nih tampak dalamnya, ada pork nya dan jamur

Setelah sarapan selesai, kita duduk - duduk, ngobrol dan ngopi sambil menunggu waktu penjemputan. Sekitar jam 10 am, staff di kantor guesthouse memanggil aku, katanya ada telpon dari agen tour. Ternyata setelah aku bicara langsung di telpon, trip ke James Bond island hari itu dibatalkan karena cuaca di sana ga bagus. Uuhh..sempat kecewa juga, sih karena sudah siap - siap tapi kita berterima kasih juga sama dia untuk pemberitahuannya dan bagus juga, lah mereka ga memaksakan diri untuk tetap jalankan tour nya hari itu. Dia juga bilang, mungkin besok atau lusa, cuaca sudah membaik dan kita bisa berangkat ke James Bond island. Tapi kalau masih mau pikir - pikir, kita bisa ambil kembali uang kita di tempat travel agent di mana kita booked tour nya.

Setelah aku kasih kabar mengenai pembatalan trip nya ke yang lain, kita memutuskan untuk jalan - jalan saja di sekitar Patong sekalian ambil duit refund. Sebelumnya, karena trip hari ini batal, kita pesan tiket untuk Phuket FantaSea malam ini melalui travel agent guesthouse. Untuk antar jemput, show dan makan malamnya, masing - masing harus membayar B 1750, ga bisa ditawar lagi. Ya sudahlah...aku dengar kalau pertunjukan  di Phuket FantaSea bagus banget dan makan malamnya adalah buffet all you can eat. Jadi, oke...we booked it, the show and the dinner!

Kalau tadi pas kita siap - siap, cuaca cerah agak mendung sedikit, sekarang sudah mulai hujan. Untung hubby dan aku sudah mempersiapkan jas hujan dari rumah. Jadi kita jalan - jalan dengan memakai jas hujan. Pagi itu jalanan masih sepi, dari kemarin juga ga terlihat terlalu banyak turis lalu lalang di jalanan, apalagi pantai. Mungkin karena hujan atau memang high season belum benar - benar dimulai.

Sesampainya di travel agent, penjaganya minta maaf karena pembatalan trip nya dan dia menawarkan untuk mengganti trip nya untuk besok atau lusa karena menurut orang - orang di Phuket, cuaca buruk / hujan akan berakhir hari ini. Tapi karena kita masih belum yakin, kita bilang kalau kita minta refund saja. Kembali dia minta maaf karena uang yang kita bayar ke dia masih ada di boss nya. Katanya, kita bisa balik ke dia malam ini untuk refund atau besok pagi, saat itu uangnya pasti sudah siap. Kita pun maklum akan hal ini, karena memang pembatalan trip yang mendadak. Kita janji sama dia untuk ambil refund nya besok pagi karena malam ini kita sudah ada acara untuk ke FantaSea.

Seharian itu kita menyusuri jalan Rat-U-Thit sampai ke Jungceylon mall. Di sana kita window shopping dan makan siang di food court nya. Setelah itu, kita kembali ke hotel melewati pantai. Main - main sebentar di pantai, sedikit foto - foto, dengan kondisi cuaca gerimis dan cukup dingin.







Sesampainya di hotel, kita mandi - mandi karena hari sudah cukup sore dan tidur - tiduran sebentar sebelum turun kembali ke bawah untuk menunggu minivan yang akan menjemput kita.


Phuket FantaSea
Ga lama menunggu di bawah, minivan pun datang. Kita menyerahkan voucher / bukti pembayaran tiket ke sopirnya dan masuklah kita ke van. Minivan nya luas, bersih dan dingin. Ternyata kita orang pertama yang dijemput jadi kita bebas mau duduk di mana saja dan pastinya kita bertiga duduk di deretan depan.

Kita mampir ke beberapa hotel untuk menjemput beberapa orang lagi yang semobil sama kita, mayoritas bule. Ada satu orang yang ditunggu agak lama ga datang juga, jadi ditinggal deh sama sopirnya. Dia bilang kalau dia sudah ga bisa tungguin lagi karena sudah lewat 10 menit orangnya ga kelihatan batang hidungnya di lobby. Wuiihh...jam karet ga berlaku di Phuket!

Ga berapa lama, setelah melewati jalan yang berkelok - kelok, sampailah kita di FantaSea. Begitu kita turun dari mobil, hujan pun turun. Sesuai instruksi dari sopir, aku langsung antri untuk menukarkan voucher / bukti pembayaran dengan tiket masuk ke FantaSea. Antrian berjalan dengan tertib dan diorganisir dengan sangat baik sehingga meskipun antrian panjang, aku ga butuh waktu lama untuk mendapatkan tiketnya. Setelah urusan tiket selesai, kita memanfaatkan waktu sebelum waktu dinner untuk foto - foto di sekitar lokasi. Ini nih beberapa foto - fotonya :



Burungnya beneran, gambar belakangnya bohongan

Harimau beneran juga



Kolam ikan koi, bisa beli makanan ikan seharga B 100
Ada banyak stand yang menjual berbagai macam souvenir di sana. Dan banyak sekali tempat menarik untuk foto - foto, tapi kita ga bisa terlalu lama di sana, karena kita masih ada dinner sebelum pertunjukan dimulai. Begitu masuk ke restorannya, yang katanya bisa menampung sampai 4000 orang, kita sempat terkagum - kagum dengan interiornya. Semuanya terlihat begitu mewah dan makanannya...wuiihhh...melimpah! Mulai dari salad, bakmi, segala macam daging, dan kue - kue juga teh dan kopi yang semuanya all-you-can-eat. Di sana kita menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Ada banyak makanan lain yang masih pengen aku coba tapi apa daya, perut sudah ga muat lagi :))

Golden Kinnaree buffet  resto


Salah satu patung di dalam restonya



Untuk menonton shownya, kita harus mulai masuk ke tempat pertunjukannya sekitar 20 menit sebelum shownya dimulai. Untuk yang membawa kamera / video, harus menitipkannya di tempat penitipan yang sekali lagi, benar - benar diorganisir dengan baik. Gedung pertunjukannya sangat megah dan bersih. Dan aku benar - benar menikmati pertunjukannya. Ini memang salah satu show / event yang ga boleh dilewatkan kalau kita mengunjungi Phuket. Nonton deh, ga bakalan nyesel!

Palace of the Elephants : tempat pertunjukannya

Selesai show, kita langsung menuju ke bagian pengambilan kamera. Sekali lagi aku kagum karena dengan begitu banyaknya orang yang menitipkan kamera / videonya, proses pengambilan berlangsung dengan cepat. Begitu kita keluar dari gedung pertunjukannya, hujan menyambut kita. Sambil kehujanan, kita menuju ke tempat di mana kita bisa menemukan sopir dan minivan yang akan membawa kita kembali ke hotel.

Seperti waktu dijemput, waktu pulangnya kita juga yang pertama kali diantar. Mungkin posisi guesthouse kita cukup strategis, ya :) Malam itu, kita sudah ga ke mana - mana lagi. Habis mandi, ngobrol - ngobrol sebentar di kamar dan akhirnya tidur. Hari ini benar - benar luar biasa! Beautiful beach, great dinner, fabulous show...oh, how I love Phuket!


















       

Thursday, November 11, 2010

Obat Penunda Haid

Setelah memesan tiket pesawat untuk ke Phuket, aku baru sadar kalau di tengah - tengah trip nanti, aku bakal dapat haid. Dan itu bikin aku sempat panik karena kalau sampai aku haid di sana, aku akan kehilangan beberapa kali kesempatan untuk berenang / snorkelling / watersports yang lain. Belum lagi, biasanya haid aku cukup banyak, jadi rasanya ga nyaman aja mesti sibuk cari - cari toilet untuk ganti pembalut sepanjang perjalanan nanti.

Akhirnya aku cari - cari di google untuk obat yang bisa menunda haid. Ketemulah Primolut N! Katanya obat ini gampang didapat di apotek dan ga usah pakai resep dokter segala. Setelah membaca banyak artikel tentang obat itu di google dan juga tentang efek sampingnya, satu hari sebelum berangkat ke Phuket, aku beli Primolut N di salah satu apotek yang terletak di dalam sebuah mall. Awalnya aku sedikit pesimis bakal dapat obatnya di sana, segampang itu. Ternyata, Primolut N memang dijual di sana. Sayangnya, staff penjualnya ga tahu jelas cara penggunaannya. Tapi karena waktunya juga sudah mepet, ga sempat ke apotek lain lagi, aku beli juga obatnya di sana dan sekali lagi, konfirmasi di google untuk cara pemakaiannya.




Menurut beberapa artikel di google, aku harus mulai makan Primolut nya 3 hari sebelum waktu haid datang dan terus sampai trip aku selesai. Dosis sehari adalah 3 kali minum, masing - masing 1 pil. Ada yang menyebutkan bahwa obat ini untuk efektif, harus diminum di jam - jam yang sama tiap harinya. Misalnya, hari ini minum jam 9 am, 3 pm dan 9 pm, besoknya juga harus tepat jam segitu. Aku coba dengan cara itu, cuma bertahan dua hari. Hari - hari selanjutnya ada selisih waktu setengah sampai satu jam. Maklumlah, lagi liburan...susah untuk melihat jam terus - terusan. 




Ternyata, obatnya berfungsi dengan baik :) meskipun aku minumnya di jam yang ga sama. Aku minum itu sampai hari terakhir trip aku, dan setelah berhenti minum obatnya selama 2 hari, haid ku kembali datang. Sejauh ini, aku ga merasakan sedikit pun efek sampingnya. Tapi kondisi tubuh tiap orang memang berbeda. Sebelum minum obat ini, lebih baik memang berkonsultasi dengan dokter dan mengerti dengan baik kontra indikasinya dan efek samping yang mungkin timbul. Karena takutnya, kalau obat ini ga sesuai dengan kondisi tubuh kita, takutnya malah bisa berakibat fatal.

So, stay healthy and have a nice day ^-^








Wednesday, November 10, 2010

Phuket - Day 1 : Welcome to Phuket!

Setelah menunggu kurang lebih 1,5 bulan, akhirnya tanggal 1 November 2010, jadi juga aku berangkat ke Phuket. Seperti biasa, thanks to Air Asia yang menyediakan tiket murah / promo Jakarta - Phuket. Aku berangkat ke Phuket bareng hubby dan satu orang teman. Perjalanan dimulai jam 9 pagi, naik taxi ke Airport Soetta. Kita dapat penerbangan jam 11.20 tapi kita sengaja datang lebih pagi untuk mengantisipasi kemungkinan macet, antrian yang panjang di counter, dll. Untungnya semua berjalan lancar dan setengah jam sebelum pesawat take off, kita sudah diharuskan masuk ke ruang tunggu. Ga lama menunggu di sana, ada panggilan untuk boarding. And so, pesawat kita pun take off dengan on time, tanpa delay sedikit pun.

Perjalanan udara dari Jakarta - Phuket memakan waktu sekitar 3 jam. Untungnya aku sudah siap dengan Ipod dan Nintendo DS jadi ga terlalu bosen deh di pesawat :) . Jam 14.10, pesawat pun mendarat di bandara Phuket (HKT) dan hujan gerimis menyambut kita. November adalah musim peralihan di Phuket, dari musim hujan ke kemarau dan low season ke high season untuk turis dan sebelum berangkat, aku sudah survey di google untuk perkiraan cuaca di Phuket selama awal November. Anyway, setelah proses imigrasi selesai, kita langsung menuju tempat pengambilan bagasi. Sebelumnya, ga lupa kita ambil peta Phuket dan sim card gratis dari salah satu provider di Thailand. Sim card dibagikan gratis untuk siapa saja yang mau, tapi untuk bisa menggunakannya, kita harus top up kartunya dulu di beberapa toko yang menjual pulsa.

Sim card gratis (bisa buat BB juga) di stand kuning sebelah kanan

tempat pengambilan bagasi di bandara Phuket



Begitu Sim card gratis sudah didapat, bagasi sudah di tangan, keluarlah kita dari bandara Phuket - bandaranya ternyata kecil dan mirip dengan bandara Yogya -. Sebelum mencari transportasi ke Patong (kita akan tinggal di sana selama seminggu penuh), kita memutuskan untuk makan siang dulu karena perut sudah mulai kelaparan. Pengennya sih cari junk food tapi yang ada di sekitar kita waktu itu cuma 2 resto yang menjual makanan Thai. Kita masuk ke salah satu resto dan memesan nasi goreng babi, ayam dan seafood untuk kita bertiga. Harga satu piringnya B 80, kecuali nasi goreng seafood, yang lebih mahal 10 baht. Ternyata enak juga loh, nasi gorengnya...ada asem-asemnya sedikit. Tapi benar - benar enak, deh!

Nasi goreng sea food

Selesai makan, kita langsung mencari transportasi untuk ke Patong. Ada beberapa pilihan transportasi. Pertama dengan minivan, muat untuk 10 - 12 orang dan harga per orangnya sampai ke Patong adalah B 150. Tapi kita harus menunggu sampai minivan penuh baru bisa berangkat. Pilihan kedua adalah taxi meter (pakai argo), di sebelah kanan pintu keluar airport (taxinya warna merah kuning dan ada tulisan taxi meter di stand nya) dan pilihan ketiga adalah taxi yang sudah ditentukan harganya yang bisa dipesan di stand - stand di dalam atau di luar airport. Rate ke Patong untuk satu taxi adalah B 650. Karena kita pengen segera sampai di Patong, kita memutuskan untuk mengambil pilihan ketiga. 

Perjalanan dari airport ke Patong memakan waktu sekitar 45 menit - 1 jam. Setelah separuh perjalanan, si sopir menurunkan kita di salah satu travel agent yang terletak di sebelah toko yang menjual t-shirts, celana, rok dan kain sarung. Dengar - dengar sih memang sopir taxi / minivan selalu berhenti di travel agent seperti itu saat membawa penumpang dari airport ke Patong / Phuket town / tempat - tempat lain. Staff travel agent nya cukup ramah, bahasa inggrisnya juga bagus...dan dia menawari kita trip - trip one day tour ke beberapa pulau : James Bond island, Phi - Phi island, dll dengan harga lebih murah 50% dari brosur yang diperlihatkan. Tapi karena kita capek, belum sempat mikir apa - apa, dan masih banyak travel agent lain di Patong, terpaksa kita menolak semua tawaran dia. Aku cuma minta kartu namanya, siapa tahu nantinya kita akan ambil paket tour dari dia. Sebelum pergi dari sana, dia sempat mengingatkan kita untuk mencari tour yang travel agent nya punya license dan ada menyediakan asuransi untuk peserta tour nya. Good advice!

Seperti ini, nih travel agent nya
Dari sana, taxi pun meluncur kembali ke Patong. Dan gerimis masih saja turun... Di perjalanan, kita takjub melihat kabel - kabel listrik yang berantakan banget. Apa ga bahaya, ya?!

Kabel listrik yang berantakan. Ternyata ini masih mendingan, loh...ada lagi yang lebih berantakan!

Ga berapa lama kemudian, sampailah kita di Som Guesthouse, penginapan kita selama di Patong. Meskipun label nya guesthouse, ternyata namanya sudah cukup dikenal. Kita tinggal menyebutkan namanya ke sopir taxi / petugas jaga stand taxi nya dan voila..., sampailah kita di sana tanpa nyasar. Begitu kita keluar dari taxi, Mr. Cha - pemilik guesthouse - langsung menyambut kita dengan ramahnya. Pada saat mengurus pembayaran untuk menginap seminggu di sana, kita juga diharuskan memberikan deposit B 1000 untuk kunci kamar. Saat kita check out nantinya, deposit akan dikembalikan - dengan catatan, kuncinya ga hilang, ya ;p -. setelah semua beres, Mr. Cha langsung mengantar kita ke kamar kita di lantai 3. Sampai di sana, Mr. Cha menjelaskan cara memakai safe deposit, menyerahkan remote TV, AC dan DVD player, dan ga lupa mengingatkan kita bahwa handuk akan diganti tiap hari sekitar jam 12 siang. Great! Ini nih foto - foto kamarnya :

Kamar mandinya bersih banget!



Kulkasnya cukup besar, tiap hari dapat 3 botol air minum untuk kita bertiga


Ranjangnya bersih, AC dingin dan khusus kamar ini ada balkonnya

Tinggal di guesthouse yang ini memang cukup enak. Ga ada breakfast, memang... tapi teh, kopi dan air minum bisa ambil atau bikin sendiri, di lantai 1, seharian dan gratis! Pemilik guesthouse nya juga ramah banget dan sangat membantu. TOP deh, pokoknya!

Setelah kita beristirahat sebentar di kamar, kita jalan menuju pantai. Meskipun di luar masih gerimis, tapi ga menyurutkan niat kita untuk jalan - jalan. Ga lupa kita membeli pulsa untuk sim card gratis yang tadi kita dapat. Aku pilih voucher senilai B 50 di salah satu toko 7-eleven yang bertebaran sepanjang jalan. Kemudian  kita melewati sebuah Food Court yang menjual macam - macam seafood, beragam hotel di sekitar pantai dan Patong Road yang cukup sepi. Mungkin karena hujan, pantai pun terlihat sepi. Kita meneruskan perjalanan ke Sawatdirak Road dan berhenti di ujung jalan karena hubby pengen makan Subway. Untuk makan berdua (hubby dan temannya) kita harus membayar sekitar B 200. Aku ga ikut makan karena belum begitu lapar dan pengen cari makanan khas Thai.

So, setelah makan selesai, kita jalan kembali melalui Bangla Road, jalan yang happening banget di Patong. Tapi karena saat itu belum cukup malam, Bangla masih terlihat sepi. Di perjalanan kembali ke hotel, kita melihat ada penjual banana pancake ala india. Jualannya sih pakai gerobak gitu, tapi kelihatannya enak. Jadilah kita beli 1 piring honey banana pancake seharga B 40. Sambil makan banana pancake -enak banget!- sambil duduk - duduk di pantai. Meskipun malam hari, ada saja orang yang datang ke pantai. Mungkin karena adanya penerangan sepanjang pantai.

Patong beach malam hari

Puas makan, foto - foto dan main di sekitar pantai, kita pun balik ke guesthouse. Di perjalanan, aku sempat membeli sayap ayam panggang seharga B 20 yang enak banget yang akhirnya jadi makanan langganan selama kita di Phuket.

Grilled chicken wing



Foto di depan kios penjual makanan bakar - bakaran. Langganan tetap nehhh..
Hujan gerimis di luar, kamar yang makin dingin karena AC, perut yang kenyang membawa kita makin lelap tidur. Goodnight, Patong...see you again tomorrow :)